Gampong Keuramat awalnya merupakan kawasan pemukiman tradisional yang tumbuh di sepanjang bantaran Krueng Aceh sejak era Kesultanan, di mana penamaannya berakar dari penghormatan masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual dan keberadaan makam tokoh-tokoh suci di wilayah tersebut. Secara administratif dan sosial, gampong ini berkembang pesat dari sebuah wilayah pinggiran sungai menjadi pusat pemukiman yang strategis karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan jantung Kota Banda Aceh, menjadikannya saksi bisu transformasi urbanisasi dan perkembangan pusat pemerintahan di Kecamatan Kuta Alam.